Minggu, 06 Januari 2013

ALAT - ALAT LABORATORIUM

ALAT – ALAT LABORATORIUM

1.      JANGKA SORONG

Jangka sorong adalah alat ukur yang ketelitiannya dapat mencapai seperseratus milimeter. Terdiri dari dua bagian, bagian diam dan bagian bergerak. Pembacaan hasil pengukuran sangat bergantung pada keahlian dan ketelitian pengguna maupun alat. Sebagian keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan display digital. Pada versi analog, umumnya tingkat ketelitian adalah 0.05mm untuk jangka sorang dibawah 30cm dan 0.01 untuk yang diatas 30cm.

                         

Jangka sorong digital dengan ketelitian 0.01 mm                   Jangka sorong manual

1.       GELAS UKUR
Gelas ukur mempunyai bentuk seperti pipa yang mempunyai kaki/ dudukan sehingga dapat ditegakkan.
 
Pada bibir atas terdapat bibir tuang untuk memudahkan dalam menuang larutan atau cairan
Gelas ukur terbuat dari gelas, tetapi tersedia juga yang terbuat dari plastik tahan bahan kimia.

Pada badannya terdapat skala dan di bagian atas terdapat tulisan yang menyatakan kapasitas gelas ukur tersebut.

Alat ini digunakan untuk mengukur suatu larutan dengan volume tertentu yang tidak memerlukan ketelitian tingkat tinggi.
Gelas ukur biasanya diletakan didalam lemari karna bahan nya yang terbuat dari gelas sehingga mudah pecah.

2.      MIKROMETER SCRUP

 Mikrometer memiliki ketelitian sepuluh kali lebih teliti daripada jangka sorong.
Ketelitiannya sampai 0,01 mm.
Mikrometer terdiri dari:
- Poros tetap
- Poros geser / putar
- Skala utama
- Skala nonius
- Pemutar
- Pengunci

Mikrometer sekrup biasa digunakan untuk mengukur ketebalan suatu benda. Misalnya tebal kertas.
 Selain mengukur ketebalan kertas, mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur diameter kawat yang kecil.
Sama halny dengan jangka sorong, mikrometer sekrup biasany diletakan yang mudah di jangkau, karna sering digunakan dalam pratikum.

3.      OSILOSKOP
Osiloskop adalah alat ukur elektronika yang berfungsi memproyeksikan bentuk sinyal listrik agar dapat dilihat dan dipelajari. Osiloskop dilengkapi dengan tabung sinar katode. Peranti pemancar elektron memproyeksikan sorotan elektron ke layar tabung sinar katode. Sorotan elektron membekas pada layar. Suatu rangkaian khusus dalam osiloskop menyebabkan sorotan bergerak berulang-ulang dari kiri ke kanan Pengulangan ini menyebabkan bentuk sinyal kontinyu sehingga dapat dipelajari
Osiloskop biasanya digunakan untuk mengamati bentuk gelombang yang tepat dari sinyal listrik. Selain amplitudo sinyal, osiloskop dapat menunjukkan distorsi, waktu antara dua peristiwa (seperti lebar pulsa, periode, atau waktu naik) dan waktu relatif dari dua sinyal terkait.
                       Oskiloskop merek Textronix                                    Oskiloskop untuk mengukur beda fase gelombang

4.      MIKROSKOP
Manfaat: Melihat benda-benda kecil
Cara menggunakan dan memindahkan:
  • Memindahkan mikroskop dengan memegang badan mikroskop dengan tangan kanan dan menyangga dasarnya dengan tangan kiri.
  • Cara mencari fokus dimulai dengan menjauhkan lensa dari preparat bukan mendekatkan lensa ke preparat

5.      GALVANOMETER
Manfaat alat:
  • Mengukur tegangan listrik
Cara menggunakannya:
  • Hindari penggunaan melebihi batas ukur
  • Jangan salah dalam menghubungkan kutub-kutubnya
  • Hindarkan benturan dan terjatuh
Resiko yang mungkin:
  • Rusak karena penggunaan diluar batas ukur
  • Pecah karena bahan terbuat dari plastik

6.      EVAPORATING DISH
Manfaat alat:
  • Untuk memisahkan zat padat yang terlarut dalam solusi di atas bunsen burner
Cara menggunakannya:
  • Taruh di atas tripot
  • Nyalakan pembakar spiritus di bawahnya
  • Pegang dengan penjepit jika mengangkatnya.
  • Hindarkan kontak langsung dengan
Resiko yang mungkin:
  • Kulit terbakar jika bersentuhan saat masih panas

a.      POWER SUPPLY
Manfaat alat:
  • Sebagai sumber tegangan dan sumber arus listrik
Cara menggunakannya:
  • Gunakan sandal kering/sepatu saat menghubungkan stop kontak
Resiko yang mungkin:
  • Tersengat listrik saat menyambungkan ke sumber PLN

b.      TERMOMETER
Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu (temperatur), ataupun perubahan suhu. Istilah termometer berasal dari bahasa Latin thermo yang berarti panas dan meter yang berarti untuk mengukur. Prinsip kerja termometer ada bermacam-macam, yang paling umum digunakan adalah termometer air raksa.
Termometer

c.        
d.       
c.       RESISTOR
Resistor adalah komponen elektronik dua saluran yang didesain untuk menahan arus listrik dengan memproduksi penurunan tegangan listrik di antara kedua salurannya sesuai dengan arus yang mengalirinya.
Resistor digunakan sebagai bagian dari jejaring elektronik dan sirkuit elektronik, dan merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan.
 Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam kompon dan film, bahkan kawat resistansi (kawat yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi seperti nikel-kromium).
Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat diboroskan. Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, desah listrik, dan induktansi.
Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit cetak, bahkan sirkuit terpadu. Ukuran dan letak kaki bergantung pada desain sirkuit, resistor harus cukup besar secara fisik agar tidak menjadi terlalu panas saat memboroskan daya.

Tiga buah resistor komposisi karbon
Resistor komposisi karbon terdiri dari sebuah unsur resistif berbentuk tabung dengan kawat atau tutup logam pada kedua ujungnya. Badan resistor dilindungi dengan cat atau plastik. Resistor komposisi karbon lawas mempunyai badan yang tidak terisolasi, kawat penghubung dililitkan disekitar ujung unsur resistif dan kemudian disolder. Resistor yang sudah jadi dicat dengan kode warna dari harganya.

sumber : http://anonim/10/2011/alatlaboratorium.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar